Kamis, 02 Maret 2017

Kisah Pilu Seorang Gadis Kecil

Pelajaran mengarang sudah dimulai.
Kalian punya waktu 60 menit”, ujar Ibu Guru Tati.
 
Anak-anak kelas V menulis dengan kepala hampir menyentuh meja. Ibu Guru Tati menawarkan tiga judul yang ditulisnya di papan putih. Judul pertama “Keluarga Kami yang Berbahagia”. Judul kedua “Liburan ke Rumah Nenek”. Judul ketiga “Ibu”.


Ibu Guru Tati memandang anak-anak manis yang menulis dengan kening berkerut. Terdengar gesekan halus pada pena kertas. Anak-anak itu sedang tenggelam ke dalam dunianya, pikir Ibu Guru Tati. Dari balik kaca-matanya yang tebal, Ibu Guru Tati memandang 40 anak yang manis, yang masa depannya masih panjang, yang belum tahu kelak akan mengalami nasib macam apa.
Sepuluh menit segera berlalu. Tapi Sandra, 10 Tahun, belum menulis sepatah kata pun di kertasnya. Ia memandang keluar jendela. Ada dahan bergetar ditiup angin kencang. Ingin rasanya ia lari keluar dari kelas, meninggalkan kenyataan yang sedang bermain di kepalanya. Kenyataan yang terpaksa diingatnya, karena Ibu Guru Tati menyuruhnya berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, “Liburan ke Rumah Nenek”, “Ibu”.  Sandra memandang Ibu Guru Tati dengan benci.
Setiap kali tiba saatnya pelajaran mengarang, Sandra selalu merasa mendapat kesulitan besar, karena ia harus betul-betul mengarang. Ia tidak bisa bercerita apa adanya seperti anak-anak yang lain. Untuk judul apapaun yang ditawarkan Ibu Guru Tati, anak-anak sekelasnya tinggal menuliskan kenyataan yang mereka alami. Tapi, Sandra tidak, Sandra harus mengarang. Dan kini Sandra mendapat pilihan yang semuanya tidak menyenangkan.
Ketika berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, Sandra hanya mendapatkan gambaran sebuah rumah yang berantakan. Botol-botol dan kaleng-kaleng minuman yang kosong berserakan di meja, di lantai, bahkan sampai ke atas tempat tidur. Tumpahan bir berceceran diatas kasur yang spreinya terseret entah ke mana. Bantal-bantal tak bersarung. Pintu yang tak pernah tertutup dan sejumlah manusia yang terus menerus mendengkur, bahkan ketika Sandra pulang dari sekolah.
“Lewat belakang, anak jadah, jangan ganggu tamu Mama,” ujar sebuah suara  dalam ingatannya, yang ingin selalu dilupakannya.
***
    
Lima belas menit telah berlalu. Sandra tak mengerti apa yang harus dibayangkanya tentang sebuah keluarga yang berbahagia.
“Mama, apakah Sandra punya Papa?”
“Tentu saja punya, Anak Setan! Tapi, tidak jelas siapa! Dan kalau jelas siapa belum tentu ia mau jadi Papa kamu! Jelas? Belajarlah untuk hidup tanpa seorang Papa! Taik Kucing dengan Papa!”
Apakah Sandra harus berterus terang? Tidak, ia harus mengarang. Namun ia tak punya gambaran tentang sesuatu yang pantas ditulisnya.
Dua puluh menit berlalu. Ibu Guru Tati mondar-mandir di depan kelas. Sandra mencoba berpikir tentang sesuatu yang mirip dengan “Liburan ke Rumah Nenek” dan yang masuk kedalam benaknya adalah gambar seorang wanita yang sedang berdandan dimuka cermin. Seorang wanita dengan wajah penuh kerut yang merias dirinya dengan sapuan warna yang serba tebal. Merah itu sangat tebal pada pipinya. Hitam itu sangat tebal pada alisnya. Dan wangi itu sangat memabukkan Sandra.
“Jangan Rewel Anak Setan! Nanti kamu kuajak ke tempatku kerja, tapi awas, ya? Kamu tidak usah ceritakan apa yang kamu lihat pada siapa-siapa, ngerti? Awas!”
Wanita itu sudah tua dan menyebalkan. Sandra tak pernah tahu siapa dia. Ibunya memang memanggilnya Mami. Tapi semua orang didengarnya memanggil dia Mami juga. Apakah anaknya begitu banyak? Ibunya sering menitipkan Sandra pada Mami itu kalau keluar kota berhari-hari entah ke mana.
Di tempat kerja wanita itu, meskipun gelap, Sandra melihat banyak orang dewasa berpeluk-pelukan sampai lengket. Sandra juga mendengar musik yang keras, tapi Mami itu melarangnya nonton.
“Anak siapa itu?”
“Marti.”
“Bapaknya?”
“Mana aku tahu!”
Sampai sekarang Sandra tidak mengerti. Mengapa ada sejumlah wanita duduk diruangan kaca ditonton sejumlah lelaki yang menujuk-nunjuk mereka.
“Anak kecil kok dibawa kesini, sih?”
“Ini titipan si Marti. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian dirumah. Diperkosa orang malah repot nanti.”
Sandra masih memandang keluar jendela. Ada langit biru diluar sana. Seekor burung terbang dengan kepakan sayap yang anggun.
***
Tiga puluh menit lewat tanpa permisi. Sandra mencoba berpikir tentang “Ibu”. Apakah ia akan menulis tentang ibunya? Sandra melihat seorang wanita yang cantik. Seorang wanita yang selalu merokok, selalu bangun siang, yang kalau makan selalu pakai tangan dan kaki kanannya selalu naik keatas kursi.
Apakah wanita itu Ibuku? Ia pernah terbangun malam-malam dan melihat wanita itu menangis sendirian.
“Mama, mama, kenapa menangis, Mama?”
Wanita itu tidak menjawab, ia hanya menangis, sambil memeluk Sandra. Sampai sekarang Sandra masih mengingat kejadian itu, namun ia tak pernah bertanya-tanya lagi. Sandra tahu, setiap pertanyaan hanya akan dijawab dengan “Diam, Anak Setan!” atau “Bukan urusanmu, Anak Jadah” atau “Sudah untung kamu ku kasih makan dan ku sekolahkan baik-baik. Jangan cerewet kamu, Anak Sialan!”
Suatu malam wanita itu pulang merangkak-rangkak karena mabuk. Di ruang depan ia muntah-muntah dan tergelatak tidak bisa bangun lagi. Sandra mengepel muntahan-muntahan itu tanpa bertanya-tanya. Wanita yang dikenalnya sebagai ibunya itu sudah biasa pulang dalam keadaan mabuk.
“Mama kerja apa, sih?”
Sandra tak pernah lupa, betapa banyaknya kata-kata makian dalam sebuah bahasa yang bisa dilontarkan padanya karena pertanyaan seperti itu.
Tentu, tentu Sandra tahu wanita itu mencintainya. Setiap hari minggu wanita itu mengajaknya jalan-jalan ke plaza ini atau ke plaza itu. Di sana Sandra bisa mendapat boneka, baju, es krim, kentang goreng, dan ayam goreng. Dan setiap kali makan wanita itu selalu menatapnya dengan penuh cinta dan seprti tidak puas-puasnya. Wanita itu selalu melap mulut Sandra yang belepotan es krim sambil berbisik, “Sandra, Sandra …”
Kadang-kadang, sebelum tidur wanita itu membacakan sebuah cerita dari sebuah buku berbahasa inggris dengan gambar-gambar berwarna. Selesai membacakan cerita wanita itu akan mencium Sandra dan selalu memintanya berjanji menjadi anak baik-baik.
“Berjanjilah pada Mama, kamu akan jadi wanita baik-baik, Sandra.”
“Seperti Mama?”
“Bukan, bukan seperti Mama. Jangan seperti Mama.”
Sandra selalu belajar untuk menepati janjinya dan ia memang menjadi anak yang patuh. Namun wanita itu tak selalu berperilaku manis begitu. Sandra lebih sering melihatnya dalam tingkah laku yang lain. Maka, berkelebatan di benak Sandra bibir merah yang terus menerus mengeluaran asap, mulut yang selalu berbau minuman keras, mata yang kuyu, wajah yang pucat, dan pager …
Tentu saja Sandra selalu ingat apa yang tertulis dalam pager ibunya. Setiap kali pager itu berbunyi, kalau sedang merias diri dimuka cermin, wanita itu selalu meminta Sandra memencet tombol dan membacakannya.
     
DITUNGGU DI MANDARIN
KAMAR: 505, PKL 20.00
     
Sandra tahu, setiap kali pager ini menyebut nama hotel, nomor kamar, dan sebuah jam pertemuan, ibunya akan pulang terlambat. Kadang-kadang malah tidak pulang sampai dua atau tiga hari. Kalau sudah begitu Sandra akan merasa sangat merindukan wanita itu. Tapi, begitulah , ia sudah belajar untuk tidak pernah mengungkapkanya.
***
Empat puluh menit lewat sudah.
“Yang sudah selesai boleh dikumpulkan,” kata Ibu guru Tati.
Belum ada secoret kata pun di kertas Sandra. Masih putih, bersih, tanpa setitik pun noda. Beberapa anak yang sampai hari itu belum mempunyai persoalan yang teralalu berarti dalam hidupnya menulis dengan lancar. Bebarapa diantaranya sudah selesai dan setelah menyerahkannya segera berlari keluar kelas.
Sandra belum tahu judul apa yang harus ditulisnya.
“Kertasmu masih kosong, Sandra?” Ibu Guru Tati tiba-tiba bertanya.
Sandra tidak menjawab. Ia mulai menulis judulnya: Ibu. Tapi, begitu Ibu Guru Tati pergi, ia melamun lagi. Mama, Mama, bisiknya dalam hati. Bahkan dalam hati pun Sandra telah terbiasa hanya berbisik.
Ia  juga hanya berbisik malam itu, ketika terbangun karena dipindahkan ke kolong ranjang. Wanita itu barangkali mengira ia masih tidur. Wanita itu barangkali mengira, karena masih tidur maka Sandra tak akan pernah mendengar suara lenguhnya yang panjang maupun yang pendek di atas ranjang. Wanita itu juga tak mengira bahwa Sandra masih terbangun ketika dirinya terkapar tanpa daya dan lelaki yang memeluknya sudah mendengkur keras sekali. Wanita itu tak mendengar lagi ketika dikolong ranjang Sandra berbisik tertahan-tahan “Mama, mama …” dan pipinya basah oleh air mata.
“Waktu habis, kumpulkan semua ke depan,” ujar Ibu Guru Tati.
Semua anak berdiri dan menumpuk karanganya di meja guru. Sandra menyelipkan kertas di tengah.
Di rumahnya, sambil nonton RCTI, Ibu Guru Tati yang belum berkeluarga memeriksa pekerjaan murid-muridnya. Setelah membaca separo dari tumpukan karangan itu, Ibu guru Tati berkesimpulan, murid-muridnya mengalami masa kanak-kanak yang indah.
Ia memang belum sampai pada karangan Sandra, yang hanya berisi kalimat sepotong:
Ibuku seorang pelacur…
                     
Palmerah, 30 November 1991
*) Dimuat di harian Kompas, 5 Januari 1992.  Terpilih sebagai Cerpen Pilihan Kompas 1993. 




↔↔↔↔

Saya akan menanggapi apa yang telah diceritakan pada cerpen karya Seno Gumira Ajidarma.Cerpen tersebut menceritakan seorang gadis yang sedang kesusahan dalam pelajaran mengarang dikarenakan apa yang ibu guru berikan adalah tugas untuk mengarang sedangkan anak anak lainnya dengan lihai memberikan coretan tangan dengan apa adanya sesuai kehidupan yang mereka alami masing masing tetapi tidak dengan Sandra dia kesusahan saat hal mengarang tersebut. Baginya mengarang adalah hal yang sulit dikarenakan apa yang ditanyakan tidak sesuai dengan kehidupan keras yang ia jalani.

Cerpen ini mengandung sangat banyak arti, yang bisa saya ambil dari cerpen tersebut,Pelajaran yang anak dapatkan adalah bermula dari keluarga yang mengajari, lalu lingkungan dan pergaulan. dalam cerpen diatas karakter sandra dengan usianya yang baru duduk di kelas V sd, ia harus menghadapi kejamnya kehidupan. dari situ juga kita dapat belajar bahwa diluar sana masih banyak orang yang hidupnya lebih kejam daripada kita, saya, atau kalian. jadi ketika kalian memiliki orang tua yang masih lengkap utuh. jangan sia siakan mereka. hargai usaha mereka untuk membesarkan anda. hal itu sama seperti yang dilakukan oleh Sandra dalam cerpen diatas.

Hanya itu dua penggal paragraf yang bisa saya sampaikan dari cerpen karya Seno Gumira Ajidarma.Cerpen tersebut memiliki pesan moral yang tinggi yaitu hargailah hidupmu karena banyak diluar sana yang hidupnya masih lebih kejam daripada anda. Keluarga adalah "Rumah" yang didalamnya bisa saja mengalami perubahan suasana setiap harinya. Sekian terimakasih. 


↔↔↔↔

Kamis, 23 Juni 2016

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Universitas Muhammadiyah Malang atau yang sering kita sebut dengan (UMM) adalah Universitas yang berdiri pada tahun 1964 yang dinaungi oleh organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM juga termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia. UMM yang memiliki warna dinding putih, seringkali disebut dengan kampus putih.
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga leh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program program yang didesain oleh UMM menjadikannya sebagai “The Real University” yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki 3 lokasi kampus, yaitu di jalan Bandung 1 merupakan kampus 1, lalu di jalan Bendungan Sutami 188 A merupakan Kampus 2, dan di jalan Tlogomas 246 merupakan kampus 3. Kampus 1 merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program pascasarjana. Lalu, kampus 2 yang dulunya merupakan pusat kegiatan utama, sekarang fakultas ini dikonsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan, kampus 3 yang berada di jalan raya tlogomas 246 dijadikan sebagai kampus terpadu sebagai pusat dari seluruh aktivitas

Kampus 1






Kampus 2







Kampus 3










                                                                        
UMM DOME

Fakultas di UMM juga banyak loo ada 12 Fakultas ,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis , Fakultas Agama Islam , Fakultas Kedokteran , Fakultas Hukum , Fakultas Teknik , Fakultas Psikologi , Fakultas Pertanian Peternakan , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Pascasarja, dan Fakultas Program Doktor
Terdapat 44 jurusan di UMM antara lain, Agribisnis, Agroteknologi, Akuntansi, D3 Elektronika, D3 Keu & Bank, D3-Keperawatan, Ekonomi Syari’ah, Farmasi, Hubungan Internasional, Ilmu dan Teknologi Pangan, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Kehutanan, Magister Agama Islam, Magister Agribisnis, Magister Ilmu Hukum, Magister Kebijakan Pendidikan, Magister Manajemen, Magister Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Magister Pendidikan Matematika, Magister Psikologi, Magister Sosiologi, Manajemen, Pend. Bahasa Inggris, Pend. Bhs. Indonesia, Pend. Biologi, Pend. Matematika, Pendidikan Dokter, Pendidikan Guru SD (PGSD), Perikanan, Peternakan, PPKN (Civic Hukum), S1 Fisioterapi, Sosiologi, Syari’ah, Tarbiyah, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil.
Sekian dulu yaa tentang UMM nyaa ……
  


Perkembangan dan Kemajuan Teknologi


Perkembangan dan kemajuan teknologi yang dibawa oleh budaya barat ke Indonesia membawa dampak bagi kemajuan negara Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai melakukan pergerakan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di samping itu penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia juga membawa dampak bagi semangat juang bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mencari informasi-informasi terkini mengenai keadaan dunia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia benar-benar terbantu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada masa penjajahan dulu perkembangan dan kemajuan teknoloogi masih tidak seperti sekarang ini. Penjajah lah yang menyebabkan perkembangan dan kemajuan teknologi dinegara kita ini. Mereka melarang masyarakat Indonesia untuk tidak mempelajari tentang teknologi. Oleh sebab itu negara kita ini tertinggal jauh dengan negara negara didunia

Adapun penyebab tertinggalnya kemajuan teknologi di Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Terbatasnya jumlah orang Indonesia yang mendapat pendidikan terutama pendidikan tinggi
  2. Masyarakat Indonesia jarang terlibat langsung dalam pengembangan iptek
  3. Pemerintah Belanda dan perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia untuk melakukan alih teknologi.
  4. Minimnya industrialisasi.
  5. Kurangnya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia sendiri.
Setelah merdeka, perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didorong dengan terbukanya akses-akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Kemerdekaan menciptakan keadilan dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Mereka mempelajari sedikit demi sedikit di sekolah-sekolah yang sudah dibuka untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Dengan bekal pengetahuan ini kemudian masyarakat Indonesia melakukan berbagai inovasi dan eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Dalam hal ini kemajuan teknologi juga memiliki dampak positif dan negatif




Dampak positif kemajuan teknologi :
  1. Memudahkan masyarakat untuk saling berkomunikasi
  2. Memudahkan dalam sarana pembelajaran di sekolah
  3. Membuat orang semakin modern
  4. Membantu kita dalam menyelesaikan tugas
  5. Memberikan hiburan agar seseorang tersebut tidak suntuk




Dampak negative kemajuan teknologi :
  1. Dapat mengganggu belajar anak
  2. Dapat menjerumuskan orang untuk berbuat hal hal tidak sepantasnya
  3. Dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi
  4. Cyber bullying
  5. Membuat seseorang menjadi malas malasan

BookStore UMM

Bookstore UMM diresmikan pada tanggal 21 Agustus 2005. Sebagai salah satu unit bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam masa beroperasi Bookstore UMM telah mengalami perkembangan dari berbagai sisi meskipun dalam masa perkembangannya masih terdapat banyak kekurangan. terdapat beberapa kendala yang begitu mempengaruhi kinerja Bookstore UMM sejak beroperasi selama kurang lebih 4 tahun 4 bulan. Kendala tersebut masih dirasakan sampai sekarang misalnya jumlah mobilitas penjualan yang rendah.
Sampai saat ini Bookstore UMM telah memiliki 3 divisi yaitu divisi buku, divisi stationery dan divisi computer, dan beberapa waktu yang lalu Bookstore UMM mengembangkan satu divisi baru yang bekerjasama dengan pihak perorangan dengan membentuk unit usaha baru yang dinamai pusat souvenir UMM, dimana pihak perseorangan ini dipilih karena memiliki visi dan misi yang sama dengan universitas muhammadiyah malang. Pangsa pasar yang dituju oleh pusat souvenir ini terutama dari kalangan civitas UMM maupun kalangan non civitas diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih baik dalam perkembangan Bookstore UMM di masa sekarang dan masa mendatang. 3 (tiga) divisi yang dimiliki Bookstore UMM ini berada 1 (satu) lantai dengan display yang terbagi sebelah barat untuk display divisi alat tulis kantor dan sebelah timur untuk display divisi buku dan divisi computer.

Didalamnya juga terdapat pusat souvenir dan karya karya mahasiswa yang kreatif disana..
Tampak bagian dalam Bookstore




. Berpijak pada rencana jangka panjang Bookstore UMM yang mengacu pada beberapa toko di area Malang dan sekitamya, Bookstore berupaya mengembangkan konsep baru dalam upaya promosi atas Bookstore UMM, penciptaan brand baru dalam menunjang proses pemasaran mulai dikembangkan sejak November 2010. Berpijak pada kondisi real Bookstore UMM dimasa sekarang, akan dikembangkan sebagai One Stop Market Of Education n Shopping

sumber : http://www.umm.ac.id/id/page/0102081407/bookstore.html

Hotel UMM (UMM Inn)

UMM Inn adalah hotel pendidikan pertama di Malang. Hotel ini berada 3 mil dari pusat kota Malang dan dekat dengan Kota Batu. Hotel ini juga merupakan tempat sempurna untuk pertemuan, konferensi, dan seminar sekaligus menyediakan pelayanan yang mudah yang bagi kebutuhan berbagai tema pesta yang sesuai dengan kebutuhan.
fasilitas disana juga tidak kalah dengan hotel berbintang 5 yang ada di seluruh Indonesia, antara lain, Ruang ber-AC, terdapat kedai kopi didalamnya, 24 jam layanan kamar, restoran, lemari untuk penyimpanan barang, air panas dan air dingin, lalu Area parkir yang luas dan Gratis.

contoh kamar hotel.




Ruang pertemuan
 Pengunjung akan bisa menikmati perpaduan nuansa elegan yang bercitarasa modern, nyaman, dan bernuansa klasik dari 40 ruang tamu dan suite yang unik. Kami menjamin Anda akan menemukan perbedaan yang membuat kami menjadi pilihan favorit di antara hotel-hotel di Batu dan Malang

sumber : http://www.umm.ac.id

RS UMM dan Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono

Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Tlogomas No.45, Landungsari, Dau, Kota Malang, Jawa Timur. Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang hadir untuk memberikan layanan bagi masyarakat Luas. dan juga berdirinya RS UMM ini bertepatan dengan ulang tahun Indonesia ke 68 yaitu tanggal 17 agustus 2013.
Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang diresmikan oleh Presiden Ke-5 Republik Indonesia oleh Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri pada tanggal 17 Juni 2014 di bangun diatas lahan dengan lokasirumah sakit tidak jauh dari Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang yaitu tepatnya di sebelah timur terminal Landungsari. Bangunan ini berdiri di tanah seluas 9 hektare dan memiliki bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang setinggi 5 lantai dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai.
Keberadaan RS UMM merupakan bagian dari layanan kesehatan berusaha untuk memberikan pelayanan  terbaik bagi seluruh pasien. Mengusung motto “pelayananku, pengabdianku” mendorong RS UMM agar terus dan terus belajar meningkatkan layanan yang memuaskan masyarakat.

sumber : http://hospital.umm.ac.id/


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki masjid bergaya oriental khas negeri Tiongkok di areal rumah sakit (RS) kampus tersebut. Masjid yang diberi nama KH M. Bedjo Darmoleksono dibangun dengan dana yang sangat fantastis. Rektor UMM, Muhajir Effendi, mengatakan, anggaran pembangunan masjid bergaya oriental tersebut lebih dari Rp 1 miliar, sedangkan pembangunannya satu paket dengan RS UMM di kawasan Tlogomas.
Pemilihan Nama Masjid KHM Bedjo menurut Rektor UMM memiliki kaitan sejarah cukup erat dengan Muhammadiyah dan UMM Kiai Bedjo adalah mubaligh yang memiliki ilmu agama sangat tinggi dan pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah Malang. KH Bedjo, katanya, tidak hanya berdakwah di mimbar-mimbar masjid, tapi juga masuk ke sekolah, kampus, radio, dan tulisan di media massa.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/05/21/lljegq-masjid-khm-bedjo-masjid-berasitektur-oriental-tiongkok

 

TR. Sengkaling dan SEKUL / Sengkaling Kuliner


Taman Rekreasi Sengkaling terletak di  Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, atau berjarak sekitar10 km dari pusat Kota Malang. Lokasinya sangat strategis karena tepat berada di tepi jalan raya yang menghubungkan antara Kota Malang dengan Kota Batu, sehingga sangat mudah dicapai oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Taman Rekreasi Sengkaling Malang adalah tempat wisata keluarga, sesuai dengan slogannya Wisata Air Impian Keluarga, dan menyediakan berbagai macam wahana permainan demi memanjakan pengunjung, di antaranya adalah taman bermain, wahana permainan di darat dan air, gedung serbaguna, dan kolam pemandian. Luas keseluruhan Sengkaling sekitar 9 hektar dan 6 hektar di antaranya berupa taman dan pepohonan yang menyejukkan. Taman Rekreasi Sengkaling dibuka setiap hari, dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB.  Konon, salah satu sumber yang ada yaitu Kolam Tirta Alam, dipercayai bisa membuat orang awet muda dan sampai saat inipun masih banyak masyarakat yang mempercayainya
Terdapat juga Berbagai macam makanan yang disediakan di Sengkaling Kuliner, selain itu juga ada taman satwa disana.
 
sumber : http://www.umm.ac.id/id/page/06060114/taman-rekreasi-sengkaling.html



Taman Rekreasi Sengkaling tempat wisata ini sudah ada
sejak 1950. Bila masuk pertama kali hanya akan ada paving kosong yang akan mengantarkan Anda ke tempat parkir Taman Rekreasi Sengkaling. Namun sejak dua hingga tiga tahun yang lalu Taman Rekreasi Sengkaling mengalami banyak perubahan.
Paving kosong yang dulunya hanya lahan parkir luas dan hamparan kosong sekarang disulap menjadi semacam food court di area terbuka yang disebut Sengkaling Food Festival (SFF) dengan pengaturan Site Plan, Desain Gedung, Penataan Outlet dan Lighting System yang sangat baik. Wisata kuliner yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang dan tempatnya pun tak jauh dari kampus tiganya ini berlokasi di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hal ini menjadikannya sebuah Ikon baru Kota Malang karena lokasinya yang strategis dan luas.

sumber : http://www.umm.ac.id/id/page/06060114/taman-rekreasi-sengkaling.html

Di SFF ini terdapat berbagai zona, ada Food & Beverages bagi Anda yang ingin makanan berat seperti nasi goreng, pizza, sushi dan makanan berat lainnya. Cafe, bagi Anda yang hanya ingin menikmati berbagai minuman atau ngopi saja dan berbagai macam spot lainnya. Jangan khawatir dengan hujan meskipun ada di area terbuka, karena ada beberapa tempat yang ada di dalam ruangan dan terbebas dari hujan. Meskipun seusai hujan, seluruh meja dan jalan akan langsung dibersihkan sehingga Anda tidak perlu khawatir bila meja-mejanya basah.
 
sumber : http://ngalam.co/2016/01/29/sengkaling-food-festival/

A : Toleransi B : Kedudukan C : Pemimpin D : Masyarakat Pokok Pikiran 1. Hadirnya Presiden dalam acara Kajian Ramadhan 2. Terlihatnya...